Usaha Gojek Ekspansi Filipina Gagal Lagi


Setelah sebelumnya gagal melebarkan sayap ke ke Filipina, Go-Jek beberapa waktu lalu mengajukan permintaan pertimbangan ulang dengan pemerintah setempat untuk mengurus izin yang diperlukan agar bisa beroperasi di negara tersebut.

Namun dalam perkembangan terakhir pekan ini, Otoritas Transportasi Filipina mengatakan telah menolak untuk menerima permintaan tersebut. Alasannya karena Go-Jek masih dianggap tidak memenuhi persyaratan kepemilikan lokal di bawah hukum Filipina.

gojek
Gojek

“Mereka (Go-Jek) mengajukan proposal untuk pemeriksaan ulang, tetapi gagal meningkatkan persyaratan kepemilikan orang Filipina,” kata Martin Delgra, Presiden Komite Waralaba Transportasi dan Komite Regulasi Filipina (LTFRB).

Go-Jek bermaksud mempertahankan layanannya di Filipina melalui anak perusahaan bernama Velox Technology Philippines sebagai Network Transport Company (TNC).

Namun, Pemerintah Filipina menganggap Velox tidak mematuhi aturannya, yang mengharuskan setidaknya 60 persen saham dimiliki oleh perorangan atau entitas dari Filipina. Kepemilikan asing dibatasi hanya 40 %.

Sementara itu, 99,9 % saham investor dari Velox South East Asia Holdings adalah milih orang Singapura.

Seorang juru bicara Go-Jek menyatakan kekecewaannya dengan keputusan LTFRB dan mencoba untuk “menemukan peluang baru” agar bisa mendapatkan lisensi untuk beroperasi di Filipina,

Setelah ditolak masuk, awal tahun ini, Go-Jek telah mengakuisisi perusahaan startup fintech Filipina, Coin.ph, yang terlibat dalam industri pembayaran seluler.

Sejumlah layanan mengemudi telah banyak beroperasi di Filipina, tetapi pasar didominasi oleh Grab, yang memiliki pangsa domestik lebih dari 90 %.

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Usaha Gojek Ekspansi Filipina Gagal Lagi

log in

reset password

Back to
log in
Choose A Format
Gif
GIF format