30 November 2023
Pengguna Tiktok

Pengguna Tiktok

TikTok, Aplikasi video pendek paling populer saat ini, baru saja didenda sebesar $368 juta (Sekitar Rp 5,6 Triliun) oleh regulator di Eropa. Apa Penyebabnya? Mereka dituduh tidak melindungi privasi anak-anak, terutama pengguna yang masih di bawah umur. Ini merupakan kali pertama TikTok diberikan sanksi oleh Eropa, yang terkenal sangat ketat dalam melindungi data penggunanya.

Masalah Privacy Tiktok
Masalah Privacy Tiktok

Komisi Perlindungan Data di Irlandia (semacam pengawas bisnis teknologi besar di Eropa), mengungkapkan bahwa mereka lah yang memberikan denda tersebut kepada TikTok. Sanksi ini bermula dari berbagai pelanggaran yang dilakukan TikTok pada paruh kedua tahun 2020.

Menurut hasil penyelidikan yang dilakukan, saat anak-anak remaja mendaftar ke TikTok, akun mereka akan langsung jadi akun publik. Hal ini artinya, siapa pun bisa melihat dan mengomentari video yang dibagikan. Nah, pengaturan seperti ini bisa membahayakan anak-anak berumur di bawah 13 tahun.

Regulator ini juga menemukan hal lain yaitu soal fitur “family pairing”. Fitur ini seharusnya membantu orang tua lebih mudah mengawasi akun anak-anak mereka. Namun, Nyatanya fitur ini malah bisa dimanfaatkan orang dewasa untuk mengaktifkan fitur pesan langsung untuk pengguna yang berusia 16 dan 17 tahun tanpa ijin dari mereka. Selain itu, TikTok juga diketahui mendorong pengguna remaja untuk memilih pengaturan yang bisa mengganggu privasi saat mendaftar dan memposting video.

Bagaimana tanggapan TikTok? tentunya mereka tidak sependapat dengan keputusan ini, terutama di bagian jumlah denda yang harus dibayar. Mereka menyatakan bahwa memang benar ada beberapa fitur dan pengaturan yang menjadi sorotan regulator. Namun, menurut TikTok, mereka sudah merubah fitur tersebut tiga tahun lalu, jauh sebelum penyelidikan dilakukan pada September 2021. Misalnya, semua user akun di bawah 16 tahun sekarang secara otomatis menjadi akun privat dan fitur pesan langsung bagi pengguna berusia 13 hingga 15 tahun juga sudah dinonaktifkan.

Namun, regulator masih belum puas. Mereka sedang melakukan penyelidikan lain soal kepatuhan TikTok dalam mentransfer data pengguna ke China, tempat perusahaan TikTok, ByteDance berbasis.

TikTok selama ini memang sering dituduh tidak aman, terutama karena khawatir data kita bisa sampai ke pemerintah China. Untuk mengatasi hal ini, TikTok punya proyek khusus untuk menyimpan data pengguna Eropa di Eropa saja dan beberapa waktu lalu mereka sudah buka pusat data pertama di Dublin.

Seperti Halnya TikTok,Perusahaan teknologi besar seperti Instagram, WhatsApp, dan Meta (pemilik Instagram dan WhatsApp) juga sudah kena denda oleh regulator Irlandia dalam waktu setahun terakhir.