Sebenarnya, Aplikasi I-Doser Tidak Berbahaya Kok!


I-Doser, aplikasi dari gelombang suara yang konon bisa menyebabkan halusinasi, akhir-akhir ini  banyak diperdebatkan oleh berbagai komunitas  karena mempunyai efek seperti narkoba.

Aplikasi I Doser
Aplikasi I Doser

I-Doser mengaku telah digunakan oleh lebih dari 10 juta orang sebagai sebuah aplikasi yang dapat memancarkan gelombang suara khusus yang bisa membuat pendengar merasa seperti halusinasi. Versi Android dari aplikasi seharga Rp71.542 ini juga menawarkan berbagai jenis “dosis” gelombang, dari dosis ganja, DMT, dan obat-obatan lainnya.

Menurut Badan Narkotika Nasional (BNN), yang dikutip Liputan 6 menegaskan I-Doser tidak masuk dalam jenis narkotika sesuai dengan Nomor 35 Tahun 2009 Undang-Undang tentang Narkotika yang berlaku di Indonesia. Aplikasi ini lebih menjurus ke hipnotis atau memberikan saran.  Jadi Aplikasi I-Doser Tidak Berbahaya

Bahkan, Viva juga menjelaskan bahwa I-Doser adalah aplikasi suara yang masuk telinga dan kemudian menghindari kinerja otak. Ini disebut obat digital, karena mereka sering membuat pendengar ketagihan dan kehilangan pikirannya, seperti orang mabuk. Namun, bentuknya tidak seperti obat-obatan atau minuman, tetapi hanya gelombang suara dalam format MP3.

“Sebenarnya tidak ada beat binaural berbahaya di I-Doser. Bahkan, musik binaural biasa digunakan sebagai terapi untuk meningkatkan kemampuan otak serta untuk meditasi, mencegah stroke, dan enyakit Alzheimer atau Parkinson “kata Paul Rademacher Monroe Institute di Virginia, Amerika Serikat, seperti dikutip Seattle Times.

Binaural beats ditemukan oleh Heinrich Wilhelm Dove pada tahun 1839 yang kemudian booming di abad ke-20 untuk digunakan sebagai alat relaksasi, meditasi, kreativitas.  Hal ini memberikan efek suara tergantung pada seberapa besar frekuensi yang dihasilkan. Nada frekuensi harus di bawah 1000 Hz dan perbedaan antara dua nada yang dibuat menyebabkan respon otak menjadi kecil; kurang dari atau sama dengan 30 Hz.

Menurut Pengalaman saya, Di Dalam I-Doser , ketika kamu membuka aplikasi ini,  pertama kali yang terdengar adalah lagu langsung seperti yang ditunjukkan dalam film. Gambar ditampilkan dengan diagram matriks hijau yang berguna untuk memindahkan irama lagu. Lagu ini tanpa melodi, tanpa kata, datar dan mempunyai synth berulang layaknya permainan  elektronik yang menghasilkan suara sebagai sinyal.

Tidak ada kata-kata yang jelas, ataupun mantra-mantra didalamnya. bahkan beberapa hanya terdengar seperti lonceng,

Hal itu seterusnya berlangsung selama 14 menit, kadang-kadang suara berhenti selama beberapa detik untuk memulai lagu baru. Boleh dibilang aplkasi ini sangat  membosankan dan membuang-buang waktu. Jadi, bisa dikatakan bahwa saya tidak percaya kalo aplikasi ini bisa mengendalikan otak, paling cuma bikin pusing gara-gara suara nya yang berisik,hehehe

Menurut Menteri Rudiantara, kepada Kompas.com, aplikasi I-Doser adalah hanyalah sebuah  saran berupa suara. Ia percaya bahwa pengguna tidak akan terganggu pikirannnya jika menggunakan aplikasi ini, bahkan  dianggap biasa-biasa aja. “Oleh karena itu, kita juga harus melihat di sisi psikologi. Karena ini mengacu pada saran, Gagasan kepada mereka,” katanya.

Opini Rudiantara hampir mirip dengan ahli otak manusia Daniel Levitin dari McGill University di Montreal. Seperti diwartakan oleh IBTimes, ia meneliti efek musik pada otak manusia selama bertahun-tahun. Ia mengatakan musik di latar belakang bisa mempengaruhi keadaan jiwa manusia.  Dan memang, dalam keadaan sehat, kita tidak memerlukan ritme apapun  untuk mengembalikan suasana binaural yang sudah terdapat di dalam otak.

Dikutip dari WashingtonPost.com juga Daniel Levitin mengatakan bahwa mendengarkan musik juga memiliki efek yang sama pada otak seperti saat seseorang melihat anak anjing lucu atau menikmati matahari terbenam. Pada intinya,  dikatakan bahwa otak manusia sudah diberikan secara gratis  hal-hal  di dunia ini yang bisa membantu kenyamanan  pikiran. Jadi buat apa Repot-repot Pakai Aplikasi??


Like it? Share with your friends!

0

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sebenarnya, Aplikasi I-Doser Tidak Berbahaya Kok!

log in

reset password

Back to
log in
Choose A Format
Gif
GIF format